The Will

4:00 AM

I feel like I've been thinking too much. Not lately but all this time. Mungkin kalo otak gue bisa bicara, dia bakal minta banget istirahat kali ya. Minta dikasih getaway vacation atau cuti karena capek ngeladenin gue non-stop. Emang dasar pemikir, apa-apa dipikirin, lagi tidur juga mikir, baru bangun langsung mikir. Padahal yang dipikirin nggak sedetikpun mikirin gue.

Bukannya ga pengen, I did try not to care about it. Katanya, the less you care, the more you are happy. Tapi ga bisa. I kept on thinking and thinking. "Coba gedein rasa bodo-amat lo." Saran seorang teman, duluuu banget, saat gue sadar kalo gue punya issue sama overthinking. Kayak... selama ini gue mikir pokoknya gue mau ngapain aja yang baik dan bikin gue seneng. Tapi abis itu mikir lagi, siapa kira-kira yang bakal unhappy kalau gue begini, atau siapa yang bakal ga suka dengan kelakuan gue, atau gimana nanti kalau gue kenapa-kenapa. There goes my thoughts.

Ada beberapa hal yang udah jelas ga seharusnya take up banyak energi buat dipikirin. Hal-hal yang bikin orang bawaannya mau respon, "Yaelah." gitu. Tapi ada juga yang emang bikin gue jadi under pressure. Hal-hal yang salah atau momen ketika gue kalah. Man, I hate losing. Losing dalam arti kehilangan dan kalah. Dan seambisius apapun gue, when I lost, gue bakal susah balikin the will to get back up. Langkah pertama berat, berat banget. It's heavy because I knew how difficult it was to build the main foundation. Gue percaya gue cukup kuat, tapi masih kebawa sama kekalahan sebelumnya. Like said, it's hard to gain the will to get back up, to realize that I must start over new, to keep moving forward dan fokus sama tujuan awal.

Satu hal lagi yang menyulitkan seorang overthinker adalah kebiasaan kita kalo udah nyangkut sama sesuatu, kita akan menjadikan hal itu sebagai benchmark kita buat ke depannya. Nah lho. Mau sampe kapan ngejadiin itu benchmark? Kalo ga cepet-cepet mulai lagi ya sampe lebaran ayam juga bakal tetep di situ aja.

Balik lagi ke base one, emang harus ada niatnya. Harus ada, harus kuat dan harus bisa berkomitmen dengan niat itu. Susah sih, tapi mesti di-push banget-banget. I made a promise with myself for every goal that I aim. At the end of the day, everything will be worth the shot. Hasil berbanding lurus dengan usaha, gue percaya itu. Tapi kalau, skenario terburuknya, hasil ga sesuai usaha, pasti tetep ada yang bisa diambil. Tergantung gimana niat awalnya.


Subuh-subuh begini mikir, ngeblog pula,
Sarita Ayas

You Might Also Like

0 comments