Selalu
6:00 AM
Hello, you beautiful people! Udah tiga hari di 2016, and I've just got the time to make this post. Agak terlambat tapi belum terlalu terlambat. Siapa aja yang udah janji sama 2015 buat sesekali berjumpa di mimpi? Saya. Well, time does not literally fly but oh, it does. Satu hal yang patut disyukuri adalah bahwa gue cukup kuat buat survive di tahun yang oh-so-luar biasa dan dikasih kesempatan buat berusaha survive lagi di tahun berikutnya. 2015 was a crazy roller-coaster ride. Banyak banget yang mesti dilakukan, dikejar, dijagain, diikhlaskan bahkan ada beberapa yang harus dilawan dan semuanya berlangsung barengan. Tapi terlepas dari itu, 2015 adalah tahun pertama (I guess?) di mana gue bisa hidup sehidup-hidupnya karena gue bebas berenang bersama passion gue.
It's something that we are always willing to do, sesuatu yang pertama kali terlintas di otak kalo lagi ga ada kegiatan, sesuatu yang mencerminkan kita, dan sesuatu yang somehow kita anggap jadi sarana terapi buat mengatur emosi dan kita melakukannya juga sabar pakai hati. In my case, writing has been the passion that I do since I was little. And in fact, it helps me survive ever since. Ask any of my friends. Mungkin kalau gue ga nulis, pikiran gue bisa overload dan morat-marit isinya.
Lewat menulis, gue belajar banyak hal. Banyak banget. Gue belajar menghargai perbedaan sifat, budaya, kebiasaan, belajar buat lebih aware dengan lingkungan, belajar gimana caranya menyampaikan sesuatu tanpa menyebut sesuatu, belajar bahwa hidup itu terdiri dari tiga dimensi; ya, tidak, dan satu sisi yang gue sebut 'the iridescent'. It's something that changes, tergantung bagaimana dan dari mana kita memandangnya. Lewat menulis juga gue disadarkan bahwa kalau kita niat dalam melakukan sesuatu, nothing could ever stop me.
Tahun ini gue berdoa banget supaya tetap bisa dikasih kesempatan buat menekuni hal-hal yang gue sukai. Even more, gue kepingin bisa melakukan sesuatu yang belum bisa gue lakukan dan menemukan lebih banyak hal untuk gue lakukan wholeheartedly. Bagaimanapun bentuknya dan di manapun letak passion kalian, always, always do it soulfully. And I would love, love, love to see more pasionate people. Orang-orang yang kerjaannya rumit tapi tetap menikmati kesulitannya, ya, karena dilakukan pakai hati. The thing about passion is, I think, that you can totally live your life with it. Sambil belajar, sambil merasakan, sambil menjalani. Work passionately, love passionately, live passionately.
Semoga gue bisa lebih mencurahkan my whole energy, my thoughts and my feelings on everything that I do, supaya hasilnya nggak nanggung dan nggak hanya "okay". Supaya gue bisa menikmati dan menghargai proses, bagaimanapun hasilnya nanti. Semoga gue bisa bertemu lebih banyak passionate people, karena buat gue, mereka adalah salah satu sumber inspirasi yang paling dinamis. Semoga hasrat kita terhadap sesuatu selalu bisa jadi bagian dari survival kit kita. Semoga hasrat kita akan selalu jadi rumah buat emosi yang udah terlalu lama dibendung. Semoga kita bisa selalu loyal, dan ngga bosen sama hal itu. Semoga tahun ini kita makin hidup dengan passion, selalu pengen melakukan hal-hal yang kita suka, selalu haus, selalu cinta.
Cheers,
Sarita Ayas




0 comments