1st Month Recap
9:28 PM
Hello, blog. Hello, people. Akhirnya gue keluar dari gua persembunyan gue setelah sebulan. Yeah! Gue berhasil melalui bulan pertama perkuliahan dengan lancar jaya, alhamdulillah. Dan gue harus bilang kalau gue sangat senang dan sangat menikmati kegiatan awal perkuliahan yang sangat khas buat mahasiswa baru; ospek. Ospek FISIP UNPAR asik banget, terharu, sudah rindu. Iya, rindu ospek, tapi ga mau diospek lagi, thankyouverymuch. Masuklah ke Kampus Tiga, niscaya hidupmu akan berwarna. Nggak promosi, anggap aja ini testimoni. Dan sekarang gue hanya mau share apa saja yang sudah terjadi dalam sebulan ini, apa yang gue rasain di sini.
Okay, so, awalnya gue berusaha buat keep up dalam nulis short journal di tumblr, dengan hashtag #FirstOneHundredDays. Tapi usaha itu hanya bertahan sampai minggu kedua, sebelum gue berangkat bakdes aka bakti desa. I think I got carried away with the stuffs, terlalu sibuk dan terlalu seneng sampai males update lagi. Pokoknya gue seneng. Titik. Ospek dan awal perkuliahan, bagaimanapun gugupnya gue baru sekali tinggal sendirian, bagaimanapun shitty-nya perasaan gue dibuat (awas aja nih kalo ga mau ngaku), bagaimanapun kangennya gue sama segelintir manusia yang terlalu jauh untuk digapai, tetep aja harus dijalani. Apa lagi gue begini, kan, anaknya. Mau ngomong sama orang aja mikirnya ribuan kali. Mentok-mentok cuma senyum.
Terus, selama ospek, gue dihadapkan dengan salah satu kelemahan terbodoh gue. Bukan bangun terlambat, bukan salah kostum, tapi... I'm very very bad at remembering names. And by very bad, I mean very. Sampai pernah lagi jalan, terus disapa, terus yang nyapa gue itu ngomong, "Ayas!" gue senyum doang. Dan dia melanjutkan, "Lo pasti gak inget nama gue kaaan?" Sambil ketawa, dengan nada bercanda, dan gue ga tau harus bilang iya atau tidak. Tapi sekarang aku sudah ingat namanya, kok. Yay for me! Pada akhirnya, gue memang tidak (atau belum) cocok disebut social butterfly mengingat betapa introvertnya gue. Tapi gue bersyukur sekali karena I get along very well with my friends. Mereka menyenangkan, kocak, dan hampir sama gesreknya sama gue.
BAKDES! Oh my god, my favorite part of ospek FISIP. Asli. Tak terungkapkan dalam kata-kata. Pokoknya.... terbaiks! I found my gig-goer mate here, I got to see somebody who looks just like my father when he was in his 20s (that was pretty shocking, honestly), I got to meet Mita Si Anak Ladang perantau dari Sibolga yang bicaranya lucu banget seperti guru fisikaku waktu SMA, Kakak Sebat, Kakak Tatib (I'm literally laughing as I type this ok), and lastly, Labapaca. That was (literally) a warm welcome from the seniors dan sepertinya malam itu gue lagi cengeng banget terus sampe nangis aja gitu. He.
Setelah bakdes, perkuliahan dimulai seperti biasa. Inilah momen di mana gue sangat sulit membedakan mana yang maba dan mana yang senior. Udah mulai tau dan hapal nama orang, tapi keneh nggak berani nyapa duluan. Masih kaget dengan perbedaan kuliah dan belajar di SMA yang semua serba disuapin sama guru, nggak banyak diskusi, cuma iya-iya aja. Terus juga ngga ada kelas paralel jadi setiap hari temennya beda lagi. Setiap hari terasa seperti mau kopi darat, karena sebelum kelas selalu ngabarin mau ketemu di mana dan jam berapa. Apa lagi waktu belum kenal kiri-kanan dan cuma mengandalkan jadwal yang barengan, itu ngabarinnya sampe kayak yang "gue duduk di paling depan pake kaos ijo, lo di sebelah mana?" Tapi rupanya manusia-manusia yang gue temui di sini punya cerita yang seru-seru dan jauh di luar perkiraan. Mulai dari yang SD-nya pindah sampe 4 kali, orang Depok yang tiap hari lewat depan rumah karena SMA-nya dulu di TarSat, orang yang persis banget sama teman gue dan udah kayak fotokopiannya hanya saja beda versi, dan orang yang baru gue kenal di bawah terik matahari dan ternyata orang itu adalah penggemar dan pendengar setia Om Bergas. Every single thing surprised me here, yet it's only my first month.
Itu baru temen-temen, belom senior-senior ajaib dan dosen-dosen yang... ah, sudahlah. Gue rasa, setiap hari di sini gue bangun berusaha ngumpulin niat setidaknya buat dingin-dinginan wudu terus subuhan, terus habis itu semua berlangsung dengan diawali pertanyaan, "Akan ada apa ya hari ini?" yang pada akhirnya selalu bisa jadi benteng supaya gue seneng terus. Semoga begini seterusnya sampai di belakang Laras ada S.IP. Sekian luapan emosi saya malam ini, semoga besok-besok nulisnya ga curhat mulu dan semoga hari kalian menyenangkan!
Spreading good vibes,
Sarita Ayas
Sarita Ayas




0 comments