Beauty Talk: Sueded! by Rollover Reaction
7:50 PM
"Nothing haunts us more than the things we didn't buy." Iya apa iya? Iyaaa. Awalnya aku pikir cuma laper mata aja karena gemas lihat packaging-nya. Nggak tahunya keterusan sampai bener-bener bacain review orang, kebayang terus sampe susah tidur dan nunggu sampai sebulanan gitu karena benda ini selalu out of stock di websitenya. Dan akhirnya setelah semingguan merasakan sendiri, sekarang saatnya berbagi cerita sama kalian!
Let me present to you a newbie local wonder... Rollover Reaction (RR). Masih asing banget untuk sebagian telinga, karena RR memang baru launching bulan Maret tahun ini. Aku pertama kali banget denger nama RR dari seorang beauty enthusiast, Kak Puche di instagramnya. Setelah Kak Puche, muncullah berbagai mini review di instagram, mulai dari Lizzie Parra, Andra Alodita, Alika Islamadina, Arsya Nafisa, Claradevi dan ilustrator kesukaanku, Ykha Amelz. I was like, "What is this Rollover Reaction thing? Is it an event? Is it a culture? What is it!?" Jadilah aku browsing tentang apa RR ini dan berujung pada niat untuk beli. Yep, that makes another (two) lipsticks for me.
*bokek*
*ngais receh dari kolong kasur*
Pertama kali launching, di Ruci's Joint, Senopati, mereka punya packaging yang disesuaikan dengan warna lipsticknya. Menurut aku sih elegan sekali, kelihatan 'mahal' dan nggak kusangka rupanya itu lokal punya.
![]() |
| First edition packaging - photo: Lizzie Parra |
Saat aku berencana beli pun, box-nya masih seperti yang di atas. Berhubung yang aku incar adalah Saddie, yang selalu sold out dan, RR pada waktu itu belum punya stockist, jadilah aku harus nunggu sampai sebulanan dan hampir tiap pagi ngecek di website, Saddie-nya udah ada atau belum. Ketika Saddie available lagi, packaging box-nya sudah baru, tapi botolnya ngga berubah.
![]() |
| New packaging - photo: Sally Ann |
Mungkin supaya nggak terlalu monocolor kali, ya. Box yang baru didominasi warna putih dengan aksen brush strokes gitu. Tapi aku kok lebih suka dengan box yang lama.
![]() |
| RR Sueded swatches - photo: lippielust |
Dari kelima warna yang mereka punya, aku sempat bingung mau beli yang mana. Karena lihat dari katalog, swatches dan yang orang pakai, warananya beda-beda semua. Yang kelihatan ungu, ternyata pink. Yang kelihatannya pink, ternyata cokelat. Yang kelihatannya cokelat, ternyata oranye. Pusing. Well, they have five nude shades that are; Saddie, yang shade-nya pink-ungu. Sally sepertinya agak pink salem gitu. Lizzy warnanya cokelat muda banget, hampir seperti warna kulit. Kalau Prudence, oranye cenderung ke merah sedangkan Lucy, oranye cenderung ke pink. It was a total gamble on deciding which shade to buy.
Berhubung aku belum tau nude tone seperti apa yang cocok di aku, jadinya nyobain yang Saddie dan Prudence. Saddie memang dianggap shade paling aman dari kelima shade RR. Dan aku memilih Prudence karena dia oranye kemerahan jadi nggak pucat di kulitku.
Hari pertama dateng, besoknya langsung pakai. Pas buka botolnya pertama kali, langsung kecium wangi semacam berry, entah itu wangi apa, but it smells nice and sweet.
| Top: Prudence, Bottom: Saddie |
Aplikatornya nggak jauh beda dengan liquid lipstick pada umumnya. Smooth juga, nggak keras waktu dipakai. Teksturnya agak creamy, cepat kering tapi nggak membuat bibir kering banget dan nggak lengket juga. Beberapa review bilang kalau hasil akhirnya itu semi-matte, tapi aku rasa lebih ke powdery-matte karena kalau dipegang dan di-blend pakai jari, terasanya kayak tepung tipis. Tapi entah kenapa kayak anda tingle di sekitar bibir, dan rupanya bukan cuma aku yang merasa begitu.
Warnanya gimana? Hmmm, kalau RR berniat ngasih gambaran warna lewat packagingnya, I think they failed. I mean, they are totally different. Warna ungu di box Saddie dan oranye di box Prudence agak terlalu tua dibandingkan dengan apa yang ada di dalam botolnya. Saddie, menurut aku, lebih ke pink daripada ke ungu. Sedangkan Prudence warnanya lebih muda.
Selain sebagai liquid lipstick, RR juga double duty sebagai cheek tint. Tinggal ditutul terus di-blend pakai jari. Warnanya Prudence cocok banget di aku sebagai lipstick dan cheek tint terutama karena hasilnya oranye kemerahan kayak habis tanning. Kalau Saddie, bisa dipakai tiap hari, in any occasion. Kuncian banget kalau nggak sempat dandan, tinggal pakai Saddie aja.
Minusnya? RR tidak kiss proof, dan transfer ke mana-mana, jadi harus bolak-balik reapply. Kalau habis makan yang berminyak, yang tersisa cuma di pinggir lip line aja, yang ditengah hilang pelan-pelan. Buat aku, RR ini must-have local tapi dari 1 sampai 10, sepertinya 7 aja deh. Semoga di batch berikutnya RR bikin yang kiss proof, ya, that would be awesome. But it's really good, though, to discover this brand. And I'm a sucker to its packaging.
Kalau dulu RR hanya bisa dibeli di websitenya, awal minggu ini Sociolla menjadi official stockist utnuk RR. Yeay! So if you ever want to buy and try, you can go here or here!
Spreading good vibes,
Sarita Ayas










6 comments
Sama. Aku juga lebih suka kemasannya yg old.
ReplyDeleteTapi reviewnya keren. Benar-benar detail, bikin aku penasaran. Apalagi warna-warnanya cantik.
Dua2nya di kamu cantik. :)
Hi Einid! Terima kasiiih banget udah mampir dan kasih feed back positif yaa :)
Deletemau beli lipstick lagi, kemudian inget masih ada banyak banget di pouch. ya namanya juga ceweeek ya. lipstiknya buanyaaak bener.
ReplyDeleteyg prudence di tangan sih keliatan lebh gelap tapi pas dipakai gak terlalu ya.
Setujuuu! Prudence di aku malah natural banget keliatannya
DeleteKira-kira aku cocok yang warna apa ya :v
ReplyDeleteMonggo cobain semua shade nya aja mas, nanti tau deh mana yang cocok :))
Delete